♥ Welcome

Mengenai aku

Foto saya
Blog bagiku adalah untuk meningkatkan minat aku dalam hal membaca dan menulis karena sesungguhnya banyak ilmu yang bisa didapat dengan membaca dan bisa menyampaikan apa yang sudah pernah dibaca suatu hal yang luar biasa.

Selalu Ada Yang Baru


Penyakit jantung koroner memang sangat mematikan. Di negara-negara berkembang seperti Amerika, Inggris, Singapura, dan Indonesia misalnya, penyakit jantung koroner merupakan salah satu pengancam jiwa manusia yang masih sangat merajalela di samping wabah-wabah lain seperti bencana alam atau flu burung. Telah banyak orang yang meninggal karena penyakit ini, dan biaya operasi untuk menyembuhkan pasien penyakit jantung koroner ini pun sangatlah mahal. Walaupun penyakit ini pada umumnya menyerang orang-orang yang relatif sudah cukup tua, sekitar umur 50 tahun dan ke atas, kita tidak boleh mengendurkan kewaspadaan kita dan juga pengetahuan kita tentang penyakit jantung koroner, karena penyakit ini berawal dari kelalaian kita saat kita masih muda.

Arteri koroner merupakan pembuluh darah yang mensuplai jantung dengan darah. Arteri koroner itu lebih spesifiknya memberikan oksigen-oksigen yang terdapat di dalam darah ke otot – otot jantung yang terdapat di dinding jantung. Hal ini sangat perlu dipertahankan agar seseorang dapat bertahan hidup karena oksigen-oksigen ini akan digunakan untuk respirasi otot jantung agar jantung dapat terus memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Jika oksigen-oksigen ini tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung, maka jantung akan menjadi lemah dan tidak dapat menyediakan darah ke seluruh bagian tubuh. Hasilnya, orang tersebut akan meninggal karena proses-proses biologis di dalam dirinya tidak dapat dilakukan karena organ-organ tubuh tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen dari darah.

Dalam penyakit jantung koroner, arteri koroner ini menjadi semakin sempit dan kadang-kadang terblokir. Hal ini menyebabkan darah tidak dapat disalurkan dengan baik ke otot-otot jantung. Pada tahap awal, mungkin si penderita masih dapat bernafas dengan normal dan darah yang mengalir ke otot jantung masih cukup. Namun, ketika dia melakukan aktivitas yang melelahkan seperti berolahraga atau memarahi orang lain, arteri koroner yang menyempit tidak dapat mensuplai darah yang cukup ke otot-otot jantung. Padahal, pada saat ini, jantung memerlukan darah lebih agar tubuh mendapatkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitas yang melelahkan itu. Si penderita bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri, dan bahkan bisa langsung meninggal dunia.

Penyempitan arteri koroner ini biasa disebut arteriosclerosis, dan salah satu bentuk arteriosclerosis adalah penyempitan karena lemak jenuh, yang disebut atherosclerosis. Dalam proses ini, lemak-lemak terkumpul di dinding arteri dan penebalan ini menghasilkan permukaan yang kasar pada dinding arteri dan juga penyempitan arteri koroner. Hal ini membuat kemungkinan adanya penggumpalan darah pada bagian arteri yang menyempit ini. Jika darah terus menggumpal, maka tidak ada lagi darah yang bisa mengalir karena darah ini diblok oleh gumpalan darah yang sudah menjadi keras.

Jika tidak ada lagi darah yang dapat mengalir melalui arteri koroner, maka si penderita akan mengalami serangan jantung. Pada tahap inilah si penderita tidak dapat melanjutkan aktivitinya dan akan jatuh lemas karena ada bagian dari otot jantungnya yang telah mati lantaran tidak mendapatkan cukup darah. Penderita yang mengalami serangan jantung perlu secepatnya dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan segera seperti pemberian oksigen agar dia tidak memasuki tahap yang kritis. Akan tetapi, jika bagian dari otot jantung yang mati itu sangatlah besar, maka dampak yang dialami orang tersebut akan sangat fatal, dan bisa membawa orang itu kepada kematian.

Oleh karena itu, sebaiknya sejak muda kita menghindari makanan-makanan berlemak seperti lemak hewan. Lemak hewan ini sangatlah jenuh dan sebaiknya digantikan dengan lemak tumbuhan yang tidak berbahaya. Malahan lemak tumbuhan dapat menurunkan kadar kolestrol dalam darah dan jika kita sering berolahraga dan tidak memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan kita terkena penyakit jantung koroner ini sangatlah kecil.
Continue >>>

Ramadhan


Di dalam puasa ada pendidikan kesabaran. Dan janji Allah, hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Bulan Ramadlan adalah bulan yang penuh kebaikan dan berkah. Bulan ini juga merupakan bulan pemberian kasih sayang, bulan yang diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia. Ramadhan adalah bulan yang diliputi rahmat, ampunan, dan sepertiga yang terakhir darinya adalah selamat (terbebas) dari siksa neraka.

Disebutkan dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari sahabat Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW pernah bersabda, ''Bila bulan Ramadhan datang maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka, serta diikatlah setan-setan.''

Ibadah yang wajib dilakukan ketika Ramadhan adalah shaum (puasa). Melakukan puasa Ramadhan karena iman kepada Allah maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lalu. Puasa termasuk ibadah yang paling utama dan ketaatan yang paling besar, sebagaimana telah banyak disebutkan dalam riwayat dan atsar.

Di antara keutamaan puasa ialah bahwa puasa telah diwajibkan oleh Allah SWT kepada semua umat manusia sejak dahulu. Firman Allah, ''Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.'' (QS Albaqarah [2]: 183).

Diantara keutamaan puasa Ramadlan lainnya ialah puasa itu menjadi sebab diampuni dosa-dosa dan dihapuskannya kesalahan-kesalahan. Disebutkan dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala Allah, niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lalu.''

Jika kita membuka kembali lembaran hadis-hadis Nabi Muhammad SAW banyak yang menunjukkan keutamaan puasa ini dari beberapa segi diantaranya; pertama, Allah mengkhususkan puasa untuk diri-Nya di antara semua bentuk amalan lainnya. Karena puasa merupakan rahasia antara seorang hamba dengan Rabb-nya, tiada seorang pun yang mengetahuinya selain Allah.

Kedua, puasa merupakan suatu bentuk kesabaran dalam menaati Allah, juga sabar terhadap takdir Allah dalam hal-hal yang menyakitkan, misalnya berupa lapar, haus, lemah badan, dan jiwa. Maka di dalam puasa ini tercakup kesabaran tersebut, dan nyatalah bahwa orang yang berpuasa termasuk orang yang sabar. Allah berfirman, ''Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.'' (QS Az-Zumar [39]: 10).

Ketiga, puasa sebagai perisai untuk menjaga orang yang berpuasa dari perkataan kotor, keji, dan sejenisnya. Rasulullah SAW berkata kepada para sahabat, ''Jika seseorang dari kamu sedang berpuasa maka janganlah ia berkata kotor dan jangan pula berbuat keji.''

Selain itu, puasa juga membentengi orang yang berpuasa dari neraka sebagaimana diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad yang baik dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ''Puasa adalah perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.''

Keempat, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misk (minyak wangi paling harum), sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari. Dan kelima, orang yang berpuasa memperoleh dua macam kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka dan kesenangan ketika bertemu Rabb-nya.

Adab-adab berpuasa
Ibadah puasa mempunyai adab atau etika yang sangat banyak. Puasa tidak dapat sempurna kecuali dengan melaksanakan adab-adab tersebut. Adab-adab yang dimaksud ada dua macam, yaitu adab-adab yang wajib dilaksanakan oleh orang yang berpuasa serta wajib dijaga dan dipeliharanya. Sedangkan yang kedua adalah adab-adab yang mustahab, yang seyogyanya dijaga dan dipelihara.

Adapun adab-adab yang wajib dilaksanakan ketika berpuasa adalah: pertama, melaksanakan semua ibadah yang difardhukan Allah baik ibadah qauliyah maupun ibadah fi'liyah. Yang terpenting dari ibadah-ibadah itu tersebut ialah shalat fardhu yang merupakan rukun Islam terkokoh setelah syahadat. Oleh sebab itu, wajib shalat ini dijaga serta dilaksanakan sesuai rukun dan syaratnya. Hendaklah shalat dilakukan pada waktunya dengan cara berjamaah di masjid-masjid karena yang demikian itu termasuk ketakwaan.

Kedua, hendaklah orang yang berpuasa menjauhi ghibah yaitu menyebut-nyebut sesuatu yang ada pada orang lain padahal orang tersebut tidak senang bila mendengarnya baik yang berkenaan dengan cacat tubuhnya seperti pincang, cacat mata, dan sebagainya, dengan maksud meremehkan dan merendahkannya.

Ketiga, meninggalkan namimah (adu domba), yaitu menyampaikan perkataan seseorang mengenai pribadi orang lain kepada yang bersangkutan sehingga menjadi pertengkaran atau rusaknya hubungan antara keduanya. Namimah ini termasuk dosa besar sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW, ''Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, menjauhi perbuatan menipu dalam semua lapangan muamalah seperti dalam jual beli, sewa menyewa, pertukangan, perindustrian, dan sebagainya. Dalam semua perundingan dan permusyawaratan karena menipu itu adalah dosa yang sangat besar. Sabda Rasulullah SAW, ''Barangsiapa menipu kami maka bukanlah ia dari golongan kami.'' (HR Muslim). Dan kelima, orang yang berpuasa menjauhi segala macam musik, yaitu segala bentuk alat permainan yang dapat malalaikan orang dari mengingat Allah.

Sedangkan adab-adab yang mustahab, yang selayaknya dilaksanakan oleh orang yang berpuasa adalah: pertama, makan sahur pada akhir malam. Dinamakan demikian karena hal itu terjadi pada waktu sahar (akhir malam sebelum terbit fajar). Mengenai hal ini Rasulullah SAW bersabda, ''Bersahurlah kamu karena di dalam sahur itu ada berkah.'' (HR Bukhari dan Muslim).

Bahkan Rasulullah SAW menyebutkan, makan sahur ini pula yang menjadi perbedaan nyata antara puasa Muslim dengan puasanya ahli kitab seperti yang diriwayatkan Muslim dari Amru bin Ash: ''Perbedaan puasa kita dengan puasa kaum ahli kitab ialah makan sahur.''

Kedua, menyegerakan berbuka apabila telah masuk waktu maghrib baik dengan penyaksiannya sendiri atau karena adanya indikasi yang menunjukkan telah masuknya waktu maghrib. Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad, Rasulullah SAW bersabda, ''Manusia itu senantiasa memperoleh kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.'' (Hadis riwayat Muttafaqun 'alaih).

Juga diriwayatkan dari Nabi SAW mengenai firman Allah dalam hadis Qudsi: ''Sesungguhnya hamba-hamba-Ku yang paling Kucintai ialah yang lebih menyegerakan berbuka''. (HR Ahmad dan Tirmidzi).
dam /disarikan dari buku majelis ramadhan syekh muhammad bin shalih utsaimin

(dam ) slam sangat menghormati akal. Bagian penting manusia ini bahkan diberi status 'kerasulan' untuk mensahkan sesuatu sebagai benar atau salah.

Kebebasan berpikir diberi ruang dalam Islam. Akan tetapi, kebebasan itu bukannya tanpa batas.

Menurut Wakil Ketua MUI, Din Syamsuddin, kebebasan berpikir memang sangat didorong dalam Islam dan itu ditegaskan pada Alquran maupun hadis. Tetapi Islam pun punya koridor jelas mengenai hal tersebut. Yakni kebebasan harus sesuai dengan prinsip kebebasan itu sendiri, tidaklah tidak terbatas.

"Keterbatasan itu sejalan dengan keterbatasan manusia sebagai mahluk dihadapan Tuhan," tutur Din. Ia berbicara dalam seminar bertajuk Kebebasan Berpikir dan Berekspresi dalam Islam yang diselenggarakan Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, di Jakarta, Selasa (13/9).

Dengan begitu lanjut Din, kebebasan berpikir harus diarahkan agar menjadi lebih positif dan konstruktif, terutama untuk membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Sayangnya, dari amatan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, kebebasan berpikir yang ada di Indonesia justru mengkristal menjadi isme, abslutisme, bahkan menjadi agama baru yang menandingi agama. "Saya tidak sependapat dengan itu," katanya singkat.

Menyangkut upaya sebagian kalangan mencari metode baru untuk menafsir ulang, Din mengaku tidak keberatan. Tapi harus diingat, ada yang perlu dan ada yang tidak perlu untuk ditafsir ulang. "Masak Allah SWT masih ditafsirkan lagi, ini kan mengada-ada," dia mencontohkan.

Tafsir ulang sangat tepat apabila diarahkan untuk bagaimana merevitalisasi pendidikan, ekonomi dan sebagainya agar menjadi lebih baik. Itulah yang menurut Din menjadi tantangan yang semestinya dijawab.

"Sayangnya tidak ada yang masuk ke situ, kebanyakan bicara tataran abstrak dan terkesan nyeleneh dan itu lantas dibakukan," urainya lagi.

Pembicara lain, cendekiawan Muslim, Haidar Bagir, sependapat bahwa banyak hadis, termasuk hadis qudsi, yang menunjukkan kemuliaan posisi akal dalam ajaran Islam. Ia mengutip salah satu hadis: "Sesungguhnya Allah memiliki dua hujjah (argumen) yang diajukannya kepada manusia, yakni hujjah lahir (eksternal) dan hujah batin (internal). Hujjah lahir adalah para rasul, nabi, dan imam-imam. Sedangkan hujjah batin adalah akal manusia."

Haidar memaparkan, hadis itu mengandung makna, Allah memberi posisi kerasulan kepada akal manusia. Akal diberikan otoritas penuh untuk mensahkan sesuatu sebagai benar atau salah. Yang ada bukan hanya kebebasan (bagi akal untuk) berpikir, melainkan akal adalah tolok ukur kebenaran.

Dia kemudian mengharapkan semua kelompok dan mazhab dalam sejarah Islam semestinya sepakat pada kemuliaan posisi akal dalam Islam, karena penegasan-penegasan yang amat gamblang dalam tradisi Islam. Bahkan, hingga tidak melihat adanya batasan dalam potensi akal manusia ini.

Tapi, mudah dipahami, imbuh dia, jika umumnya sebagian kelompok memiliki kecurigaan terhadap kemungkinan-kemungkinan penyelewengan prosedur berfikir akal. Baik karena kemungkinan kekeliruan metode logis, atau pun korupsi oleh nafsu (vested interest) yang menyebabkan munculnya ketidakobyektifan.

Sementara itu, Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin, Fauzan Al Anshari, kurang bisa menerima kutipan penggalan ayat affala ta'qilun yang sering diartikan sebagai kebebasan berpikir. Ayat itu dalam pemahamannya, lebih tepat dimaknai sebagai optimalisasi berpikir.

Maka dari itu, tukas Fauzan, Islam sangat menghormati akal karena Islam adalah agama untuk orang yang berakal. Oleh sebab itu, Allah secara tegas mengharamkan khamr (minuman keras), narkoba, dan sejenisnya sebab apabila terkena itu, seseorang akan kehilangan akal sehatnya.

Di sinilah sebenarnya Islam merupakan agama yang sangat menghormati akal dan di sisi lain, Islam ingin menyelamatkan akal manusia supaya dia tidak terlampau jauh dari koridor. "Akal hanya akan bermanfaat apabila akal berpikir dalam batas-batasnya," ujarnya.

(yus ) Rasulullah SAW bersabda, ''Pemusnah agama itu ada tiga. Rasa bangga terhadap diri sendiri (ujub), sifat bakhil (kikir) yang dituruti, dan hawa nafsu yang diikuti.'' (HR Al-Askari dari Ibu Abbas secara marfu'). Ketiga hal yang disinggung Rasulullah SAW dalam hadis ini, bisa jadi sudah bersemayam dalam diri kita, dan kita kemudian termasuk sebagai golongan pemusnah agama.

Sifat ujub yang menjadi unsur pertama pemusnah agama timbul karena seseorang merasa segala nikmat yang diberikan Allah SWT itu hadir atas usaha sendiri. Orang yang sudah memiliki sifat seperti ini akan merasa bangga dengan dirinya, melebihi rasa bangganya terhadap kebesaran Allah.

Pada tahap selanjutnya, sifat ujub ini bisa berkembang menjadi riya. Orang yang memiliki sifat riya selalu ingin agar kebaikan-kebaikannya itu dilihat orang lain. Rasulullah SAW menggolongkan sifat riya ini sebagai bentuk perbuatan syirik kecil. Yang namanya dosa syirik itu tidaklah bisa diampuni Allah SWT, biarpun itu kecil. Dari sifat riya akan muncul pula sikap takabur. Jika sifat ini sudah ada pada diri seseorang maka musnahlah kehidupan beragamanya.

Allah SWT juga berfirman, ''Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dan karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan pada lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allahlah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.'' (QS Ali Imran [3]:180). Bakhil ini adalah unsur kedua yang memusnahkan agama.

Sedangkan unsur yang ketiga adalah hawa nafsu yang diikuti. Secara alamiah, nafsu senantiasa menyuruh manusia untuk melakukan perbuatan keji dan jahat. Firman-Nya, ''Sesungguhnya nafsu itu menyuruh kepada kejahatan.'' (QS Yusuf [12]: 53). Hawa nafsu merupakan musuh kita, dan yang namanya musuh pasti akan terus-menerus berusaha menghancurkan lawannya.

Ibnu 'Athaullah berkata dalam Kitab Alhikam, ''Di antara tanda-tanda menuruti hawa nafsu adalah sikap terburu-buru mengejar harta dan bermalas-malasan mendirikan perintah Allah yang wajib. Hendaklah manusia melazimkan dirinya dengan sifat tawadhu, rendah hati, ikhlas, dan sabar dalam setiap musibah serta bala yang menimpa.''

Untuk menghindari ketiga hal tersebut, setiap Muslim wajib meneliti kesalahan sendiri melalui proses introspeksi. Penelitian ini diperlukan untuk membersihkan diri. Selain itu, setiap Muslim juga sangat perlu mencermati kembali perbuatan anggota badannya setiap saat, baik itu lidahnya, telinganya, matanya, tangannya, kakinya, perutnya, juga kemaluannya. Dengan demikian, kita telah menjaga agama kita agar tidak musnah. Perbuatan tersebut juga bisa menjaga diri kita dari siksa akhirat, dan mengeluarkan kita dari golongan orang-orang yang ikut memusnahkan agama Allah SWT. Wallahu a'lam.

Imam Mujahid, seorang perawi hadis yang hidup zaman sahabat, pernah menafsirkan 20 ayat pertama dari surat Albaqarah. Ia berkata, ''Empat ayat pertama dari surat ini (Albaqarah) diturunkan (untuk menerangkan) golongan Mukmin, dua ayat setelahnya menerangkan tentang golongan kafir, kemudian 13 ayat selanjutnya menerangkan golongan orang munafik.''

Dengan pertimbangan periwayat hadis tersebut, Ar-Razi, seorang penafsir dari abad pertengahan, membagi manusia dalam Alquran menjadi tiga golongan. Pertama, golongan yang beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW yang kemudian disebut dengan Mukmin. Kedua, adalah kelompok manusia yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya yang kemudian disebut golongan kafir. Sedangkan ketiga, adalah kelompok orang yang lahiriahnya menampakkan keimanan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW tetapi sebenarnya ingkar, yang kemudian disebut dengan munafik.

Secara historis, 20 ayat tersebut diturunkan di awal hijrah Rasulullah SAW ke Madinah. Secara khusus, ayat-ayat tersebut diturunkan untuk memberi gambaran peta masyarakat Madinah pascahijrah. Hal ini sangat diperlukan oleh Nabi Muhammad SAW mengingat beliau dan para sahabatnya merupakan pendatang dan penduduk baru di Kota Madinah. Untuk itulah, beliau memerlukan gambaran umum tentang keadaan masyarakat Madinah sehingga ia dapat menentukan langkah politis untuk mengembangkan dakwah Islam.

Sedangkan tujuan umum dari ayat tersebut adalah memberi pengetahuan tentang karakter-karakter manusia dalam bermasyarakat. Dalam ayat-ayat tersebut ditunjukkan bahwa orang yang beriman harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya harus menyatakan kesaksian atas kebenaran Muhammad SAW sebagai utusan Allah, bersedia mendirikan shalat, dan bersedia membayar zakat. Tanda lainnya adalah mengimani Alquran dan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya sebagai kitab Allah, serta menyakini kehidupan akhirat.

Orang kafir memiliki ciri, tidak bersedia mengakui Muhammad SAW sebagai utusan Allah, dan hatinya dikunci oleh Allah SWT untuk tidak beriman. Mereka yang masuk golongan ini akan menjadi penghuni tetap neraka.

Mereka yang termasuk orang munafik memiliki tanda, secara lisan menyatakan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tetapi sebenarnya dia tidak beriman. Orang munafik juga mempunyai penyakit hati yang membuat mereka selalu berakhlak buruk, membuat kerusakan, suka menghina keimanan orang lain, dan mengatakannya bodoh. Yang paling jelas, orang munafik itu selalu 'berwajah dua', kalau berkumpul dengan orang Mukmin mereka mengaku beriman tapi saat bergabung dengan orang kafir, mereka menyatakan kafir.

Penggolongan ketiga jenis manusia yang digambarkan Alquran itu menjadi pedoman yang sangat jelas bagi orang-orang yang beriman dalam mengarungi kehidupan. Dalam dinamika kehidupan yang makin kompleks, batas yang menjadi pembeda antara ketiga golongan tersebut terus disamarkan. Hanya dengan keimanan dan kejernihan hati, batas yang membedakan ketiga golongan tersebut menjadi terlihat nyata.

(Irfan Afandi ) Sudah menjadi kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. ''Allah SWT hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.'' (QS 4:28). Keadaan ini memberikan pengertian bahwa manusia sangat membutuhkan Allah SWT dalam segala aktivitasnya.

Karena itu, manusia harus memperbanyak berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW telah diberi kemudahan untuk dapat memohon dan berdoa kepada Allah SWT, di antaranya melalui shalat. Perintah shalat yang disampaikan langsung kepada Rasulullah SAW menunjukkan betapa pentingnya ibadah tersebut dalam kehidupan seorang Muslim. Shalat merupakan kesempatan terbaik untuk membangun hubungan transendental secara langsung antara makhluk dan Penciptanya (Sang Khaliq). Rasulullah SAW menjelaskan, sujud dalam shalat merupakan salah satu waktu terbaik untuk berdoa.

Shalat yang dilaksanakan dengan khusyuk mengantarkan kita menjadi golongan orang-orang yang beriman dan bertakwa. Golongan inilah yang akan memperoleh keuntungan, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Allah SWT berfirman, ''Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.'' (QS 23:1-2).

Dalam ayat lainnya Allah SWT menegaskan, ''Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah SWT gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.'' (QS 8:2-4).

Shalat pun menjadi benteng bagi kita agar terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. Allah SWT berfirman, ''Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.'' (QS 29:45).

Jika dilaksanakan oleh semua keluarga, shalat juga akan mengantarkan keluarga itu mampu melahirkan generasi yang baik dan pilihan. Allah SWT telah memerintahkan agar keluarga kita mendirikan shalat. Penegasan soal ini diungkapkan Allah SWT dalam Surat Thaha ayat 132. Allah SWT juga menjelaskan bahwa salah satu karakter generasi yang buruk adalah melalaikan shalat.

Uraian tersebut memberi gambaran betapa banyak manfaat dan keutamaan yang akan kita peroleh dengan mendirikan shalat. Ini membuktikan bahwa shalat bukan sebuah kewajiban semata. Shalat juga merupakan kebutuhan bagi seluruh umat manusia. Sampai-sampai, Rasulullah SAW pun tetap merasa perlu terus memperbanyak shalat, meski Allah SWT sudah mengampuni seluruh dosanya, dan menjamin kehidupan yang mulia di akhirat.


-------------Bag.Ta'lim---------------

Continue >>>

Kenangan



subhanaallah..................planet venus terlihat di Assalaam
Continue >>>

Organisasi


Continue >>>

Organisasi


Continue >>>

Surat Teman Lama


Anni Nurrochmah wrote: aq terserah
>mo ktemuan kapan, g harus pertama kamu datang
> ke pondok langsung ktemuan. yang penting kita jd
>ktemuan.
> yw dah, ntar aq tngg kabar selanjutnya.
> Ke_eY!
>
> hai anni
> hari ini ultahnya elvascha lho yang kmren diagenda eh
>dah dpt dpt email dr mejha?????
> itu penjelasannya
> ultah elvas ke-2
>
> dari angkatan kami
> Elvascha Lexyne.
> NB :bnyk yg msh ingat km,terutama nak kmr u dulu.
>
>
> ---------------------------------
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an
>Edge to see what's on, when.

Continue >>>

Surat Teman Lama.


Continue >>>

Pengikut

 

Semua Hal Kutulis ♣ ♣ ♣ Mamanunes Templates ♣ ♣ ♣ Inspiração: Templates Ipietoon
Ilustração: Gatinhos - tubes by Jazzel (Site desativado)
This template is brought to you by : allblogtools.com | Blogger Templates